4 Material Kayu Terbaik untuk Furniture

Material sangat menentuan kualitas akhir dari sebuah produk furniture, berikut ini kami dari mitrasasana memberikan kepada kalian semuanya wawasan tentang material kayu apa sih yang dapat memberikan hasil yang baik untuk furniture kalian serta kita akan memberian info untuk kekurangan serta kelebihannya, yuk simak dibawah ini.

1. Kayu Jati – Teak Wood

Kayu jati lebih awet dibandingkan dengan kayu lainnya karena memiliki kandungan minyak alami dalam jumlah banyak. Meskipun begitu, ini juga menjadi kelemahan kayu jati. Karena memiliki kandungan minyak alami banyak, kayu jati tidak cocok menggunakan finishing solid warna cerah seperti putih, merah, hijau, dll. Karena lama-kelamaan akan mengeluarkan minyak alami yang akan menimbulkan bekas noda menjadi warna kekuning-kuningan pada perabot furniture Anda. Untuk warna solid gelap seperti hitam atau coklat, noda hasil minyak alami masih bisa ditolerir, namun jika diperhatikan secara detail, tetap mengganggu keindahan.

Kelebihan Kayu Jati
Lebih awet.
Memiliki guratan serat bagus dan menonjol.
Tahan terhadap benturan.

Kelemahan Kayu Jati
Harga relatif mahal.
Tidak cocok menggunakan finishing solid warna terang.

2. Kayu Trembesi

Kayu trembesi memiliki guratan serat bagus seperti kayu jati. Seratnya menonjol dan teratur. Kesan elegan yang ditimbulkan menjadi kuat karena seratnya. Saat masih berupa pohon, kayu ini tahan terhadap cuaca ektrim. Namun setelah menjadi kayu, tidak kuat jika ditempatkan diluar ruangan. Lebih cocok digunakan untuk produk indoor yang tidak memiliki sambungan konstruksi, design padat tebal atau untuk patung-patung berukuran besar.

Kelebihan Kayu Trembesi
Serat kayu hampir mirip dengan kayu jati, sangat bagus.
Bisa digunakan sebagai produk mebel satuan berukuran besar.
Cocok digunakan untuk patung besar.

Kelemahan Kayu Trembesi
Tidak terlalu kuat
Mudah pecah
Mudah diserang hama
Tidak cocok digunakan untuk outdoor

3. Kayu Mahoni – Maghoni Wood

Mahoni yang masih muda memiliki warna yang pucat sehingga warna tersebut kurang menarik untuk furniture atau kebutuhan lainnya. Namun, warna kayu tersebut akan semakin matang dan menarik ketika kayu semakin tua. Mahoni yang sudah berusia di atas 20 tahun memiliki warna merah hati yang menyolok. Warnanya tampak sangat natural sehingga tidak membutuhkan banyak polesan tambahan.

Kelebihan Kayu Mahoni

Kandungan minyak alaminya sangat rendah. Minyak alami pada bahan kayu dapat meninggalkan noda kekuningan pasca proses finishing. Hal ini sering terjadi pada kayu jati. Namun, Anda tak perlu khawatir karena kayu mahoni yang benar-benar kering tak akan menimbulkan noda kekuningan.
Harganya lebih ekonomis dibandingkan kayu jati. Dengan harga yang lebih terjangkau, Anda bisa mendapatkan kualitas furniture atau produk lainnya yang setara dengan kualitas jati.

Kekurangan Kayu Mahoni

Butuh proses yang sangat lama untuk mengeringkan mahoni. Karena mahoni yang benar-benar kering baru memiliki kualitas unggulan yang tak kalah dengan jati.
Banyak tahapan yang dibutuhkan untuk menjaga kualitas mahoni. Karena bahan bakunya harus disimpan dengan benar, direndam dalam larutan anti serangga, di oven dalam waktu lama, dan finishing-nya pun butuh ketelitian tingkat tinggi.

4. Kayu Rotan – Rattan

Rotan biasanya hanya datang dalam beberapa warna pilihan, seperti hitam, abu-abu, putih, coklat, dan warna alami. Meskipun begitu, warna-warna netral ini biasanya dapat menyatu dengan semua desain. Dengan kata lain, di mana pun Anda meletakkan furnitur rotan, itu dapat membantu mempercantik ruangan Anda, memiliki banyak kelebihan yang dimana tahan lama serta sangat awet, memiliki beban berart yang sangat ringan dari kayu lainnya, dapat di bentuk sedemikian rupa, ramah lingkungan dan memiliki harga yang relatif murah.

Itulah empat jenis kayu rekomendasi dari mitrasasana untuk kalian semuanya yang ingin untuk membuat furniture idamanan,yuk simak artikel lainnya agar bisa untu menambah wawasan baru.