Banyak Ruang Komunal, Rumah di lahan 10x10m2 Cocok Buat Content Creator – Sleman House

Proyek rumah tinggal yang berlokasi di Sleman ini punya lahan 10meter x 10meter. Brief awal klien ingin rumah yang dapat mengakomodir kebutuhannya mulai dari kebutuhan ruang pada umumnya ditambah dengan area kantor dan communal area yang luas. Dari kebutuhan klien ini kita memulai proses desain dengan membuat organisasi ruang dengan memisahkan area umumnya rumah (ruang keluarga, dapur, & kamar) dan kantor. Di proses perencanaan desainnya, rumah ini merupakan 2 massa bangunan yang dipisahkan dengan area taman yang berfungsi sebagai sumber pencahayaan dan sirkulasi udara untuk ruang ruang dalam rumah. Di lantai 1 pada massa A kita tempatkan ruang keluarga yang terhubung langsung dengan kitchen dan dining, sedangkan pada massa B kita tempatkan sebagai fungsi area kantor dengan akses pintu yang terpisah.

Untuk akses ke ruang vertikal kita letakkan tangga di sisi paling timur bangunan yang menghubungkan mulai dari lantai 1 sampai ke rooftop rumah. Di area tangga ini untuk memaksimalkan pencahayaan alami, kita buat bukaan ke arah depan (utara) bangunan dan juga kita tambahkan skylight serta ornamen kisi kisi untuk mereduksi pencahyaan siang hari yang over. Nah di lantai 2 ini kita plotkan untuk ruang ruang yang sifatnya private seperti kamar tidur, kamar mandi, gudang dan juga area komunal yang sifatnya private. Pada bagian awal lantai 2 kita letakaan area komunal yang berfungsi sebagai ruang kerja penghuni rumah yang memiliki bukaan ke arah taman tengah. Selain memiliki fungsi sebagai ruang kerja, area ini juga merupakaan area transisi untuk akses ke 2 kamar tidur yang ada di rumah ini.

Kamar utama kita tempatkan pada sisi depan (utara) bangunan, bertujuan untuk bisa melihat segala aktivitas yang ada didepan rumah. Pada kamar utama ini untuk memaksimalkan pencahayaan alami dan visual kita aplikasikan bukaan lebar pada bagian sisi depan, namun agar privasi penghuni tetap terjaga kita tambahkan secondary skin dan juga untuk menambahkan estetika mengingat letak kamar utama ini berada pada muka bangunan. Kamar satu lagi kita tempatkan disisi barat yang penempatannya segaris lurus vertikal dengan ruang kantor di lantai 1. Kamar ini tidak terlalu luas, untuk mensiasatinya kita gunakan bukaan lebar ke arah taman tengah dan juga sebagai sumber masuknya cahaya dan udara alami.

Lantai paling atas (rooftop) ini kita plotkan sebagai area komunal yang besar dengan kita tempatkan semacam miniamphiteater sebagai tempat duduk dan kita tambahkan elemen tanaman disekelilingnya. Di area rooftop ini sengaja tidak menggunakan dinding pembatas yang tinggi agar mendapatkan view secara luas ke berbagai arah yang dapat dinikmati penghuni rumah. Rumah Sleman ini menghadap kesisi utara dimana penghuni rumah ketika berada di area komunal ini bisa menikmati keindahan gunung merapi pada pagi hari ataupun sore hari.